Newsflash

Sabtu, 14 Januari 2012 telah berlangsung kursus fotografi Optimizing The Light, yang mengajarkan bagaimana mengendalikan cahaya dengan memaksimalkan penggunaan alat lighting flash studio & flash camera (strobist) dengan teknik yang benar. Pk. 08.00 wib diawali dengan registrasi, peserta yang telah hadir dipersilahkan untuk masuk ke ruangan kursus. Pembukaan kursus diawali dengan perkenalan terlebih dahulu dan berlanjut ke penyampaian materi pencahayaan yang disampaikan oleh Fotografer Senior, Goenadi Haryanto.

Setelah penyampaian materi berlangsung selama dua jam, pk. 10.00 para peserta dipersilahkan untuk rehat selama 15 menit sambil menikmati minuman dan makanan ringan yang telah disiapkan. Pk. 10.30 para peserta dimohon untuk kembali ke ruangan kursus, selanjutnya acara diisi dengan praktek pencahayaan studio (in-door), peserta dibagi menjadi dua kelompok, sambil menunggu modelnya tiba, sementara praktek dengan mannequin.

Pk. 12.00 waktunya makan siang, waktu yang diberikan selama satu jam. Di ruang yang berbeda, modelnya sudah datang dan sedang persiapan untuk pemotretan setelah makan siang nanti. 

Waktu yang ditunggu-tunggu para peserta pun tiba, yaitu praktek motret model. Para peserta diharap ngantri, satu peserta diberi kesempatan 3 kali jepret. Kalau sudah begini, para peserta harus memanfaatkan waktu yang diberikan semaksimal mungkin, agar mendapatkan hasil karya yang memuaskan.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pk. 16.30, sang instruktur melanjutkan acara dengan pembahasan foto, sayangnya tidak semua foto masing-masing peserta dibahas, karena keterbatasan waktu. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama. Terima kasih kepada para peserta yang telah ikut serta.

 

 

Salam Jepret!

 

 

 

Awal tahun 2012 ini, Photopoint masih menyuguhkan informasi-informasi seputar kegiatan dalam dunia fotografi, diantaranya kursus fotografi. Sabtu, 7 Januari 2012 telah dilaksanakan kursus fotografi dasar yang memang rutin diadakan setiap bulannya, sayangnya cuaca hari ini sedang tidak bersahabat, sejak pagi hari hujan telah mengguyur Jakarta. Meski begitu, tidak mematahkan semangat para peserta untuk belajar, jumlah peserta hari ini 8 orang.

Pk.08.00 diawali dengan registrasi, sambil menunggu peserta yang lain datang, peserta yang telah hadir dipersilakan masuk ke ruangan kelas untuk perkenalan terlebih dahulu. Setelah jumlah peserta sudah lengkap, penyampaian materi pertama dimulai dengan pembahasan pengenalan bagian-bagian kamera, cahaya, dll, yang disampaikan oleh Daniel Iskandar. 

Snack pertama pk. 10.00 untuk menghilangkan ketegangan setelah dua jam penyampaian materi yang telah diberikan oleh instruktur kursus. Pk. 10.15 praktek indoor (dalam studio) selama kurang lebih satu jam dan dilanjutkan lagi dengan penyampaian materi.

Pk. 12.00 para peserta dipersilakan untuk makan siang, waktu yang diberikan satu jam. Setelah para peserta memanjakan perutnya masing-masing, kita masih akan menyelesaikan materi sampai dengan pk. 12.30. Setelah seluruh materi diberikan oleh instruktur, para peserta yang juga didampingi oleh instruktur dan assisten keluar kelas untuk praktek outdoor.

Ketika para peserta akan kembali ke kelas, mereka terjebak hujan sehingga staf photopoint harus menjemput peserta satu persatu dengan menggunakan payung, untungnya jumlah peserta tidak terlalu banyak dan jaraknya pun tidak jauh. Sebelum kembali masuk ke ruangan kelas, para peserta menikmati snack sore terlebih dahulu. 

Hari sudah semakin sore, jadi para peserta diiharapkan segera bergegas masuk kelas mentransfer hasil jepretan masing-masing untuk pembahasan foto oleh instruktur. Sayangnya tidak semua hasil jepretan para peserta dibahas satu per satu, karena waktunya tidak cukup.

Pk. 17.00 kursus ditutup dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama, terima kasih kepada para peserta yang telah ikut serta. Salam Jepret!

  

 

 

Setelah Juni 2010 yang lalu Kursus Fotografi Makro yang berlangsung di Anyer, 17 Desember 2011 kemarin untuk kedua kalinya Photopoint mengadakan Kursus Fotografi Makro, yang bertempat di Photopoint dan dibimbing langsung oleh fotografer senior Kompas, Arbain Rambey. Kursus dihadiri 9 orang peserta, serta disponsori oleh Ana Photo, selain memberikan support lensa makro yang bisa dipakai oleh para peserta saat itu, juga ada spesial promo bagi para peserta yang membeli lensa makro Tamron. Menarik bukan???

Waktu sudah menunjukkan pk. 08.30, para peserta dipersilahkan masuk ke ruang belajar (studio). Hari ini, kita kedatangan 2 orang peserta muda, Derrian (13th) dan Christopher (11th), mereka serius sekali mengikuti materi yang tengah disampaikan oleh instruktur.

Setelah penyampaian materi berlangsung selama dua jam, para peserta dibimbing untuk mempraktekkannya di studio pada table top dengan objek yang telah kami sediakan mulai dari buah-buahan, arloji, bunga, sampai lalat pun kami tangkap, dan masih banyak objek lainnya.

Sebelum makan siang, tim dari Ana Photo menyampaikan presentasi seputar produk mereka dan diskon menarik lainnya. 15 menit telah berlangsung, para peserta dipersilahkan untuk makan siang.

Setelah makan siang, dilanjutkan dengan praktek outdor, para peserta ditugaskan sekreatif mungkin mencari dan memotret objek yang bisa dijadikan foto makro. Dan kekompakkan pun sangat dibutuhkan.

Hari sudah semakin sore, cuaca pun sedikit tidak bersahabat hari ini. Setelah para peserta selesai mencari tugasnya, mereka dipersilahkan kembali ke ruang belajar (Studio) untuk pembahasan foto.  

Belum selesai sampai disitu, masih ada sesi menarik yaitu pembagian sertifikat dan foto bersama.

Dengan demikian, berakhir sudah kursus kali ini. Terima kasih dan salam jepret!

 

 

Home arrow Artikel arrow Kiat Karier Fotografi Goenadi Haryanto
Kiat Karier Fotografi Goenadi Haryanto PDF

 

Goenadi Haryanto
Goenadi Haryanto

Dia adalah fotografer komersial dengan karier terlama di Indonesia saat ini. Pertama kali mendapat bayaran dari foto tahun 1964, sampai saat ini Goenadi Harjanto masih aktif memotret, mengajar, dan berburu foto untuk berbagai keperluan. Sudah 45 tahun dan masih berjalan!

Saya pertama kali mendapat bayaran yang signifikan saat foto saya dipakai majalah Djaja sebagai foto sampul pada tahun 1964. Waktu itu saya masih duduk di bangku SMA,” kata Goenadi dalam perbincangan dengan Kompas, pekan lalu.
 
Selain itu, Anda tentu hafal betul pada lagu-lagu kasidah modern Bimbo yang sampai saat ini selalu diputar pada sekitar perayaan Lebaran. Sampai sekarang sampul kaset atau CD album kasidah modern Bimbo tidak berubah, yaitu foto yang menampilkan grup bersaudara asal Bandung itu di depan Gedung Sate. Foto buatan tahun 1974 ini dipotret Goenadi dengan kamera Asahi Pentax SP 1000.
 
”Kameranya masih ada pada saya,” kata Goenadi yang kelahiran Bandung, 19 Oktober 1946, ini.
 
Goenadi mengenang, dia dibayar cukup besar untuk sampul kaset Bimbo waktu itu.
 
”Saya mendapat uang Rp 80.000. Waktu itu harga sepeda motor Honda CB 125 Rp 250.000. Kalau dikonversi ke era sekarang, bayaran saya sekitar Rp 6 juta,” kata pengajar fotografi di Universitas Pelita Harapan, Karawaci, ini.
 
Selain itu, perhatikan foto Ahmad Albar di halaman ini. Tengoklah gairah musik rock tahun 1970-an di foto itu. Pergelaran grup God Bless pada tahun 1972 di Gelora Bung Karno, Jakarta, itu dipotret Goenadi dengan kamera Agfa Isolette dalam kapasitasnya sebagai fotografer majalah Aktuil waktu itu.
 
Pada tahun 1970-an, siapakah remaja yang tidak kenal dengan majalah yang dibidani Remy Silado itu? Meminjam istilah sekarang, kurang gaul kalau tidak membaca Aktuil.
 
”Saya menjadi wartawan foto Aktuil dari tahun 1969 sampai 1975 sambil menjadi mahasiswa Jurusan Arsitektur ITB,” kata pria yang menjuarai lomba foto Dewan Mahasiswa ITB tiga tahun berturut-turut, 1970, 1971, dan 1972, ini.
 
Ada cerita menarik pada karier Goenadi di majalah Aktuil. Suatu hari dia memotret seorang gadis cantik untuk sampul Aktuil. Rupanya sutradara Usmar Ismail tertarik dengan gadis yang bernama Lenny Marlina itu.
 
Maka, pada acara pemilihan Miss Jabar di Hotel Savoy Homann, Usmar Ismail menemui Lenny. ”Tak lama kemudian, Lenny membintangi film Usmar yang berjudul Ananda,” kata Goenadi mengenang.
 
Cinta fotografi
 
Apa resep karier panjang Goenadi?
 
Sebenarnya, pria ini sempat ”meninggalkan fotografi” sejak tahun 1975 sampai 2000.
 
Waktu itu, seusai diwisuda sebagai sarjana arsitektur, Goenadi bekerja di dunia real estat yang gemerlap dan sedang naik daun waktu itu. Aneka mobil mewah pernah menjadi kendaraan resminya. Bahkan, ia pernah menjabat sebagai Vice President Asia Pacific Estate Federation pada 1991-1992.
 
”Tahun 2000 saya memutuskan pensiun dari dunia real estat dan memantapkan diri melanjutkan karier di dunia fotografi yang saya cintai,” katanya.
 
Goenadi tidak bisa memberikan resep khusus. Namun, menurut dia, rasa cinta pada fotografi mendorongnya untuk terus bergelut di dunia ini.
 
Pergantian dari dunia film ke digital juga tidak membuat pria ini gamang, seperti banyak fotografer seangkatan Goenadi. Ia terus mengejar ilmu-ilmu baru dalam dunia digital, bahkan saat ini ia adalah salah satu pengajar resmi perangkat lunak Aperture (perangkat lunak pengolah foto) di Indonesia.
 
Aneka fotografi komersial masih dikerjakannya sampai sekarang, mulai dari foto perkawinan, iklan (salah satu perusahaan rokok besar pernah memakai karyanya), perumahan, sampai brosur. Foto promosi sebuah apartemen yang ada di halaman ini merupakan buatan tahun ini.
 
Selain itu, Goenadi juga mendirikan Photopoint bersama beberapa rekannya, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa fotografi dari pendidikan sampai pemberian jasa.
 
”Saya ingin dikenang sebagai fotografer. Saya akan terus bekerja sebagai fotografer sampai akhir hayat saya,” kata Goenadi. Arbain rambey

 

Sumber: kfk.kompas.com

 


| Powered by PHP, MySQL, Joomla! |
© 2012 BLOG PHOTOPOINT Indonesia - Jasa Fotografi Profesional, Kursus Fotografi, Jakarta Barat, Kedoya
| Terms & Conditions |